Kerang Pasifik Utara, termasuk keong dan binatang lunak lainnya, bisa mealui jalur melintasi Laut Arktik menuju Atlantik Utara jika es di lautan mencair beberapa dekade lagi, seperti yang diramalkan.
Moluska berpindah ke daerah utara saat es di Arktik mencair, sekitar 3,5 juta tahun lalu, selama masa hangat Pliocene, yang berlangsung antara 5,3 hingga 1,8 juta tahun lalu.
Rute melalui Arktik terpotong ketika suhu turun, membunuh plankton laut yang dibuuthkan moluska.
Perkiraan sekarang, Arktik akan bersih dari es sekitar tahun 2050. Pada saat itu, kondisi akan mirip dengan masa pertengahan Pliocene dan migrasi moluska akan terulang kembali.
Tumbuhan yang mengapung akan membuat Arktik seperti jalan tol dengan restoran makanan cepat saji, sehingga para moluska bisa makan sepanjang jalan dari Pasifik ke Atlantik.
Perpindahan itu sepertinya tidak membuat kawasan Pasifik menjadi sepi. Namun bisa memperkaya keanekaragaman di Atlantik Utara dengan menmbah spesies baru dan juga mungkin spesies campuran.
Bahkan, satu spesies alga yang disebut diatom, telah membuat jalur melintas pada tahun 1998.
Kini, spesies yang lebih besar akan melewatinya pada beberapa dekade lagi. Perubahan ini mungkin tidak mengakibatkan kelangkaan, namun mungkin bisa "mengucilkan" beberapa spesies tertentu.
Akibat dari perubahan ini, masih belum bisa diperkirakan. Kita hanya bisa menunggu dan melihat apa yang terjadi.
Tampilkan postingan dengan label pemanasan global. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemanasan global. Tampilkan semua postingan
11 Agustus 2008
Pemanasan Global dan Curah Hujan
Pemanasan global bisa membuat hujan menjadi lebih deras dan lebih sering dari perkiraan sebelumnya.
Keadaan seperti itu bisa membuat banjir lebih mematikan, merusak lebih banyak tanaman, dan memperburuk keadaan dengan penyebaran wabah seperti malaria.
Pola hujan sudah mulai berganti seiring pemanasan bumi karena gas-gas yang dihasilkan oleh "rumah hijau" buatan manusia.
Penelitian juga menunjukkan, daerah yang basa, menjadi labih basah, sementara wilayah kering menjadi lebih kering daripada sebelumnya.
Tim peneliti ini menganalisa foto-foto dari satelit mengenai hujan di laut tropis hampir sepanjang dua dekade, mulai 1988 hingga 2004.
Peneliti mengungkapkan, bahwa selama tahun-tahun El Nino, yang cuaca menjadi lebih hangat, hujan juga turun dengan curah yang lebih tinggi. El Nino sendiri adalah kejadian khusus dimana aliran hangat permukaan Pasifik mengubah corak cuaca global secara temporer.
Hal ini sudah diperkirakan oleh model yang dibuat baru-baru ini. Namun, pengumpulan data dari penelitian juga sangat penting.
Meskipun planet kita mulai naik suhunya, cuaca bumi masih bervariasi antara tahun El Nino yang hangat dan basah, dengan tahun La Nina yang dingin dan lebih kering.
Tapi, melihat dari perubahan pola hujan, peneliti menyimpulkan, bila pemanasan global terus menerus terjadi, maka perubahan pola hujan akan lebih buruk dari yang pernah diperkirakan.
Model yang telah dibuat sepertinya meremehkan akibat pemanasan global terhadap pola cuaca.
Hujan adalah salah satu akibat pemanasan global yang paling sulit untuk diperkirakan.
nationalgeographic
Keadaan seperti itu bisa membuat banjir lebih mematikan, merusak lebih banyak tanaman, dan memperburuk keadaan dengan penyebaran wabah seperti malaria.
Pola hujan sudah mulai berganti seiring pemanasan bumi karena gas-gas yang dihasilkan oleh "rumah hijau" buatan manusia.
Penelitian juga menunjukkan, daerah yang basa, menjadi labih basah, sementara wilayah kering menjadi lebih kering daripada sebelumnya.
Tim peneliti ini menganalisa foto-foto dari satelit mengenai hujan di laut tropis hampir sepanjang dua dekade, mulai 1988 hingga 2004.
Peneliti mengungkapkan, bahwa selama tahun-tahun El Nino, yang cuaca menjadi lebih hangat, hujan juga turun dengan curah yang lebih tinggi. El Nino sendiri adalah kejadian khusus dimana aliran hangat permukaan Pasifik mengubah corak cuaca global secara temporer.
Hal ini sudah diperkirakan oleh model yang dibuat baru-baru ini. Namun, pengumpulan data dari penelitian juga sangat penting.
Meskipun planet kita mulai naik suhunya, cuaca bumi masih bervariasi antara tahun El Nino yang hangat dan basah, dengan tahun La Nina yang dingin dan lebih kering.
Tapi, melihat dari perubahan pola hujan, peneliti menyimpulkan, bila pemanasan global terus menerus terjadi, maka perubahan pola hujan akan lebih buruk dari yang pernah diperkirakan.
Model yang telah dibuat sepertinya meremehkan akibat pemanasan global terhadap pola cuaca.
Hujan adalah salah satu akibat pemanasan global yang paling sulit untuk diperkirakan.
nationalgeographic
Langganan:
Postingan (Atom)